
Sebanyak 10 lubang resapan biopori jumbo dibangun di halaman Pondok Pesantren Al Hamid Putra di Jalan Raya Cilangkap Baru, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur.
Jakarta – Sebanyak 1.000 lubang biopori jumbo ditargetkan dibuat di wilayah Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur sebagai upaya mendukung gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber. Camat Cipayung, Diman mengatakan, sebagai tahap awal, sebanyak 20 lubang biopori jumbo dibuat di halaman Pondok Pesantren Al Hamid, Kelurahan Cilangkap. Hingga saat ini, 10 lubang biopori sudah selesai dikerjakan dan sisanya ditargetkan rampung dalam sepekan ke depan.
“Pembuatan lubang biopori di Ponpes Al Hamid ini melibatkan unsur petugas PPSU dari Kelurahan Munjul, Cilangkap, Satgas SDA, dan Satgas Lingkungan Hidup,” ujarnya, Rabu (17/6).
Menurutnya, pembangunan lubang biopori jumbo tidak hanya dilakukan di Ponpes Al Hamid. Program serupa juga akan dilaksanakan di sejumlah lokasi lain, seperti Gereja Kalvari Lubang Buaya, Ponpes Minhajjurrosyidin, Ponpes Nurul Ibad, Gedung PBSI Cipayung, serta berbagai titik strategis lainnya. “Untuk mendukung pencapaian target, seluruh kelurahan di Kecamatan Cipayung juga diminta membuat sedikitnya 100 lubang biopori jumbo di wilayah masing-masing,” terangnya.


Tidak ada komentar