
Menurutnya, proyek berskala besar harus menjadi tolok ukur kualitas pembangunan di Kota Bogor, baik dari sisi teknis maupun kepatuhan terhadap regulasi.
“Proyek strategis dengan nilai investasi yang besar harus menjadi contoh pelaksanaan pembangunan yang profesional, taat aturan, serta mengedepankan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Rifki menegaskan, setiap kontraktor memiliki tanggung jawab penuh untuk memenuhi seluruh kewajiban yang telah diatur dalam kontrak. Kewajiban tersebut mencakup aspek teknis pekerjaan, administrasi, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengamanan area proyek, hingga upaya meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan warga sekitar.
“Kami mengingatkan bahwa setiap kontraktor memiliki kewajiban memenuhi seluruh aspek teknis, administrasi, keselamatan kerja (K3), pengamanan lingkungan proyek, hingga mitigasi dampak terhadap warga sekitar. Hal-hal tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari kontrak pekerjaan,” tegasnya.


Tidak ada komentar