Jajaran Sudin KPKP Jakarta Barat bersama Satpol PP saat menggelar sidak di rumah makan khas Toba (lapo) di Cengkareng, Selasa (14/7). Tapi kami belum menemukan sampai sejauh itu. Untuk itu kami dibantu oleh teman-teman dari Satpol PP untuk pendalaman,” katanya.
Pemilik Lapo Membantah
Di lokasi yang sama, pemilik Lapo, Iwan, membantah keras tuduhan adanya aktivitas penjagalan anjing di warung miliknya.
Ia mengklaim tidak tahu-menahu soal asal-usul bangkai anjing di dalam plastik hitam tersebut.
Menurut Iwan, ada pihak luar yang sengaja membuang bangkai tersebut di sekitar warungnya untuk menjatuhkan usahanya.
“Cuma kita kan tidak tahu itu bangkai dari siapa. Karena bangkai itu sudah busuk sekali, bukan baru. Kalau memang baru, mungkin kejadiannya hari ini. Tapi ini sudah lama,” elak Iwan.
Iwan menduga ada motif persaingan bisnis di balik keberadaan bangkai misterius tersebut.
“Mungkin ada orang yang sengaja menaruh di sini. Dengan kondisi sekarang, mungkin banyak yang syirik atau iri, jadi bangkainya dibuang begitu saja,” ujarnya.
Hingga saat ini, pihak Sudin KPKP Jakarta Barat bersama Satpol PP masih menunggu hasil uji laboratorium sampel daging serta melakukan penyelidikan mendalam terkait temuan bangkai anjing tersebut untuk menentukan sanksi dan langkah hukum selanjutnya.


Tidak ada komentar