
Untuk memenuhi kebutuhan armada tersebut, Pemkot Bogor menyiapkan pola pengelolaan mandiri pada dua koridor melalui mekanisme lelang. Dengan skema itu, operasional tidak lagi sepenuhnya mengandalkan subsidi pemerintah.
“Nah, 19 bis ini nanti polanya mungkin akan pola lelang dengan cara dua koridor saja, untuk koridor 1-2 dilaksanakan secara mandiri,” katanya.
Dedie menjelaskan, penerapan sistem non-subsidi akan berdampak pada penyesuaian tarif. Saat ini, tarif yang tengah dikaji untuk koridor mandiri berada di kisaran Rp6.000 hingga Rp7.000 per perjalanan. Adapun empat koridor lainnya tetap memperoleh subsidi sehingga tarifnya diproyeksikan sekitar Rp4.000.
“Jadi banyak nanti hal-hal yang harus dibahas, karena kalau mandiri kan berarti non-subsidi. Kalau non-subsidi ini pasti ada penyesuaian tarif. Tadi juga kami bahas, kira-kira willingness to pay-nya atau tarifnya masih terjangkau lah, kurang lebih antara Rp6.000 sampai Rp7.000,” paparnya.


Tidak ada komentar