
“Jadi artinya yang mandiri Rp6.000 sampai Rp7.000, kemudian 4 koridor yang lain yang disubsidi itu sekitar Rp4.000. Nah, jadi itu yang kami bahas. Ada hal-hal lain terkait dengan rambu, marka dan lainnya,” lanjutnya.
Selain membahas armada dan tarif, Pemkot Bogor juga mematangkan penataan jaringan angkot agar terintegrasi dengan layanan BisKita. Nantinya, angkot akan berfungsi sebagai feeder yang menghubungkan penumpang menuju koridor utama, disertai penyesuaian trayek atau rerouting.
“Feeder angkot tentunya untuk 6 koridor dan ada rerouting juga. Kami akan usahakan uji coba koridor 3 dan 4 di tahun ini. Nanti kami cari polanya seperti apa. Tetapi tentu kan ada kaitan dengan penganggaran subsidi yang pastinya di awal tahun 2027,” jelas Dedie.
Ia menambahkan, Pemkot Bogor juga berupaya memastikan operasional BisKita tidak lagi terhenti akibat pergantian tahun anggaran. Karena itu, proses lelang ditargetkan sudah rampung pada akhir 2026 agar layanan tetap berjalan mulai 1 Januari 2027.


Tidak ada komentar